PERAN AL-WASHLIYAH DALAM PERJUANGAN BANGSA

PENDAHULUAN
A . Latar Belakang Masalah
Al – washliyah bermaksud menghubungkan , yaitu menghubungkan seseorang muslim  kepada sang penciptanya , kepada sesama manusia dan kepada lingkungannya . Ternasuk hubungan sesama manusia , memperkokoh solidaritas al – ikhwah al – insaniyah ( persaudaraan sesama manusia ) , al – ikhwah al – wathoniyah  ( persaudaraan sebangsa dan setanah air ) dan  al –ukwah al –islamiyah  ( persaudaraan  seakidah ) .

Namun , dewasa ini banyak yang kurang mengetahui sejarah singkat Al – Washliyah berdiri dan peranannya dalam memperjuangkan bangsa . Maka dari itu penulis akan membahasnya dalam  makalah ini .

B . RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan judul makalah yaitu “ Peran Al – Washliyah dalam Perjuangan Bangsa “ dan juga berdasarkan latar belakang masalah , maka dari itu penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu :
1.    Al – Washliyah berdiri .
2.    Peran Al – Washliyah dalam perjuangan bangsa .
3.    Para ulama pejuang Al – Washliyah .

C . TUJUAN
Adapun tujuan makalah ini dibuat yaitu sebagai persyaratan penilaian  mata kuliah Al – Islam 2 dan juga sebagai jawaban dari runusan masalah yang telah penulis batasi . Semoga makalah ini dapat menambah wawasan  para pembaca mengenai organisasi Al – Washliyah .
PEMBAHASAN
A . Al – Washliyah Berdiri
Dengan tumbuhnya kesadaran nasional seluruh lapisan rakyat Indonesia dari Sabang sampai  Merauke untuk merdeka , sebagai kelanjutan perjuangan parade Teuku Umar , Iman Bonjol , Sultan Hasanuddin , Diponogoro dan lainnya . Di Medan (daerah Kesawan ) tanggal 19 Mei 1918 lahirlah MIT ( Maktab Islamiyah Tapanuli ) . Kepala Maktab ini adalah Syekh Haji Muhammad Yunus di bantu sejumlah ulama lainnya . Sekolah ini mendidik putra – putri bangsa , agar menjadi generasi yang sadar terhadap nasib bangsa .

Hasil didikan ulama ini muncullah generasi yang memiliki kesadaran terhadap nasib bangsa . Sepuluh tahun kemudian , aktivis MIT membentuk “ Debating Club “ (1928 ) dengan program utama masalah keagamaan , sosial kemasyarakatan dan nasib bangsa . Dari hasil diskusi berkelanjutan ini lahirlah ide untulk membangun suatu organisasi yang berkerja untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ( pendidikan ) , bimbingan ( dakwah ) dan membangun jaringan soldaritas ( sosial ) . Organisasi itu mereka beri nama Al – Jamiatul Al – Washliyah ( 1930 ) .

B . Peran Al – Washliyah Dalam Perjuangan Bangsa
Selain gerakan memajukan dunia , dakwah dan sosial warga Al -Washliyah memulai bimbingan ( dakwah ) siap lahir batin untuk mengusir penjajah , sehingga gerakan ini sangat ditakuti oleh kolonialis Belanda . Dalam suasana dibawah kekejaman dan ketidakadilan pejanjah Belanda serta kekejaman penduduk tentara Jepang ( 1941 ) , Madrasah Al – Washliyah tidak pernah diliburkan .Madrasah ini menjadi pusat konsolidasi guru , pelajar membangun semangat merdeka , oleh karena itu kegiatan belajar mengajar tetap berjalan .

Jepang menyerah kalah , Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya ( 1945 ) di Jakarta . Mendengar berita prokamasi , pengurus besar mengirimkan kawat kepada Presiden Republik Indonesia ” Al – Jam’iatul Al – Washliyah turut mempertahankan Republik Indonesia .” Al – Washliyah segera mengadakan muktamar yang diikuti ulama , pimpinan , guru , pelajar dan keluarga besar Al – Washliyah untuk membicarakan tindak lanjut gerakan mendukung dan mempertahankan kemerdekaan dari kemungkinan rongrongan kolonialis baru .
Aktivitas Al -Washliyah kembali menerbitkan majalah Medan Islam , yang sebelumnya terpaksa tidak terbit sejak Indonesia dibawah kekuasaan tentara matahari terbit (1941 ) . Kawulamuda tak tinggal diam ,mereka menerbitkan Pedoman Pemuda untuk menyatukan visi dan misi agar gerak irama perjuangan bisa terencana .Menurut catatan bahwa yang pertama kali mengibarkan bendera merah putih di Lapangan Merdeka Medan adalah Bahrum Jamil dari Gerakan Pemuda Al – Washliyah ( GPA ) .

Melalui media cetak dan tablig di majelis taklim dan radio , juru dakwah menyampaikan , ” Mempertahankan kemerdekaan hukumnya wajib , patuh kepada pemimpin adalah suatu keharusan .” Disampaikan juga kemerdekaan adalah hak semua bangsa , suatu kemulyaan yang dipertahankan secara bersamaan ileh semua pihak yang cinta kemerdekaan .

Dalam muktamar Al -Washliyah ke – 5 ( 30 November – 02 Desember 1945 ) di Pematang Siantar disepakati untuk membentuk Majelis Pertahanan Kemerdekaan Indonesia ( MPKI ) .Majelis fatwa mwnganjurkan agar setiap warga Al -Washliyah untuk meneriam latihan perang dan membaca qunut nazilah dalam shalat .Dalam muktamar ini dilakukan pengumpulan dana perjuangan . Para peserta muktamar banyak menyerahkan barang berharga , melepaskan kalung , cincin dan lainnya untuk disumbangkan bagi perjuangan memperthankan Kemerdekaan Republik Indonesia . Selanjutnya , diikuti oleh semua warga Al – qahliyah sesudah muktamar selesai .Dana perjuangan dikelola oleh Laskar Hizbullah .

Gerakan   pengumpulan dana perjuangan dilakukan oleh para guru Al – Washliyah dengan membentuk badan Amil Zakat .Sekaligus melakukan bimbingan menyampaikan fatwa ” Mempertahankan kemerdekaan hukumnya adalah fardhu ‘ain  . ” Diantara komandan laskar barisan sabilillah ini adalah Ahmad Tanjung , Ahmada Dahlan , Yunus Karim dan lainnya . Dalam perkembangan sejarah , sesuai semangat persatuan , maka laskar hizbullah digabungkan dengan laskar – laskar lainnya yang muncul di Sumatera . Merger laskar ini diberi nama ” Barisan Sabillah ” ( 09 – 12 – 1945 ) . Laskar – laskar yang dibentuk umat ini akhirnya bergabung dalam barisan Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) .1
_________
1 . M . Nurdin Amin . Peran Al – Washliyah dalam Perjuangan Bangsa ( Medan : SK Harian Analisa ) tanggal 27 september 2002
Sejak lahirnya ( 1930 )  Al -Washliyah telah melakukan gerakan amar ma’ruf nahi mungkar . Ditempuh dengan program mencerdaskan kehidupan bangsa ( Pendidikan ) , melakukan bimbingan dan penjernihan berpikir lewat diskusi dan tabligh ( dakwah ) , menggalangkan semangat solidaritas dan meningkatkan kepedulian pada masyarakat fakir miskin , dan yatim piatu ( sosial ) .

Itulah esensi gerakan alwashliyah , dalam upaya mencerdaskan bangsa , berarti menyadarkan rakyat akan tugas dan tanggung jawabnya untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah . Semangat untuk bangkit membangun negerinya demi kesejahteraan bersama . Dengan demikian , gelora perjuangan bangsa menjadi lebih terencana dan terarah mencapai suatu kemerdekaan , bebas berdaulat dan sejajar dengan bangsa – bangsa yang telah maju didunia .

Ini adalah perjuangan berat bangsa yang berkesinambungan mulai dari merebut , mempertahankan dan mengisi babak kemerdekaan denagn program yang transparan untuk kesejahteraan rakyat secara keseluruhan . Kini para pahlawan yang tulus dan ikhlas berjuang untuk bangsanya , sebagian telah melaporkan baktinya . Umat tak rela dicela generasi mendatang , apalagi menghadapi murka illahi . Oleh sebab itu , perjuangan harus diteruskan .

C . Para  Ulama Pejuang Al – Washliyah
Untuk mencapai kemerdekaan bukanlah hal yang mudah serta untuk itu kita harus memperjuangkannya . Dalam hal ini pasti ada pelopornya , begitu juga Al – Washliyah dalam memperjuangkan bangsa memiliki ulama yang mempelopori perjuangan tersebut yaitu :

1 .  Syeikh Haji Muhammad Yunus
Dalam perjalanan sejarah perjuangan Al -Washliyah untuk memajukan dunia pendidikan , derap dakwah dan kepedulian sosial , tercatat sejumlah nama ulama pejuang yang mengukir sejarah perjuangan bangsa .Dari sejumlah ulama yang aktif membimbing generasi muda Islam Pra Kemerdekaan Indonesia di Sumatera adalah Syeikh Haji Muhammad Yunus yang lahir tahun 1889 di Kampung Percukaian Binjai Kabupaten Langkat . Beliau berasal dari Gunung Beringin Kecamatan Panyambungan Kabupaten Mandailing Natal . Ayahnya bernama H . Muhammad Arsyad . Beliaulah yang memberi nama organisasi ini yang lahir pada tanggal 30 November 1930 dengan nama Al – Jami’atul Al – Washlliyah 2. Selanjutnya selain sebagai penasihat organisasi ini , ia aktif mengembangkan ilmunya dalam mencerdaskan kehidupan umat .
*Pendidikannya
Muhammad Yunus adalah anak dari H . Mohammad Arsyad Lubis bersal dari Tanjung Medan Gunung Beringin , Kecamatan Penyambungan , Kabupaten Tapanuli Selatan . Sejak kecil ia hidup dengan orangtuanya di Kebun Lada Binjai . Dari kecil ia memiliki semangat belajar yang tinggi meskipun hidupnya sangat sederhana .Jenjang pendidikannya dimulai sejak di tanah kelahirannya , kemudian di Titi Gantung binjai ia belajar pada Syeikh Abdul Muthalib . Selanjutnya , pindah ke Perguruan Babusslam Langkat , untuk mempelajari Ilmu Fiqih , Ilmu Mantiq , dan lainnya di sini beliau belajar dengan Tuan Syeikh H . Abdul Wahab Rokan Naksyabandi .

Karena semangat tingginya ia melanjutkan pendidikannya di negeri seberang ( Malaysia ) tepatnya di Dorga ( Kedah ) , di Kedah ia berguru pada Syeikh Muhammad Idris Pattani . Kemudian dengan restu gurunya , ia melanjutkan pelajaran ke Makkah Al – Mukaramah , di Makkah ia berguru pada sejumlah ulama ternam pada masanya diantarnya Syeikh Abdurahman ,Syeikh Abdul Khaidir Mandailing , Syeikh Abdul Hamid dan lainnya .

Setelah tamat ia mengajar di sekolah Solatiyah di Makkah Al – Mukaramah . Cinta tanah air membawanya pulang ke Sumatera , dalam perjalanannya ia sempat menimba ilmu di Pulau Penang Malaysia . Ia berguru pada Syeikh Jalaluddin Pattani dan Syeikh Abdul Majid di kawasan Kwalamuda Penang 3 . Sekembalinya di tanah air , ia menikah dengan Hj. Syarifah Nasution binti H . Zainuddin Nasution , dan memperoleh 10 keturunan .
___________________
2 . Syahrul El Hadidhy dkk , Pendidikan Ke Alwashliyahan 2 ,  Medan : MPK Al –Washliyah Sumatera Utara . 2006
3 . Chalidjah Hasnuddin , Aljami’atul Alwashliyah 1930 – 1942 Api dalam Sekam di Sumatera Timur,Bandung : Pustaka ,hlm . 20 .

*Aktivitas Perjuangannya
Setelah di tanah air , Syeikh Muhammad Yunus mengajar dan mengembangkan ilmunya di Binjai , Medan dan daerah lainnya . Madrasah binaannya adalah Madrasah  Islamiyah Tapanuli  ( MIT ) yang didirikan pada tanggal 19 Mei 1918 di Medan . Banyak  murid – murid dari hasil didikannya menjadi orang – orang yang peduli terhadap masyarakat dan peka terhadap nasib bangsanya , mereka ulama pejuang kemerdekaan bangsa .

Di antaranya adalah H . Ismail Banda , MA Ketua Umum PB Al – Washliyah yang pertama ( 1930 ) , H . Abdurahman Syihab yang pernah menjadi ktua umum PB Al – Washliyah yang aktif dalam perjuangan para dan paska kemerdekaan dan menjadi anggota DPR RI ( 1945 – 1955) . Untuk lebih mematangkan kemampuan muridnya , dibentuklah ” Debating Club ” sebagai sarna pertemuan ilmiah .

Beliau wafat pada tanggal 17 Juli 1950 di kediamannya di JL. Padang Bulan 189 dan dimakamkan di samping Masjid Jami’ Sei Deli ( Petisah ). 4

2.  Haji Ismail Muhammad Banda
H . Ismail Muhammad Banda adalah seorang pejuang Alwashliyah , yang sepanjang hidupnya ditumpahkan demi kepentingan Bangsa dan Negara khususnya dunia plomatik . Ismail lahir di Medan ( 1910 ) , putra pasangan Banda Lubis dengan Hj. Sariani Amirah .

*Pendidikannya
Beliau mengenyam pendidikan agama tingkat dasar dan melanjutkan pendidikan menengahnya  di Maktab Islamiyah Tapanuli Medan .Aktivis Maktab Islamiyah Tapanuli Medan itu memimpin rapat besar pembentukan al – washliyah saat berumur 23 tahun  dengan arahan dan gagasan yang jelas didukung program yang aplikatif  , sehingga rapat memutuskan dia menjadi Ketua Umum PB al – washliyah .
__________
4 . M . Amin Nurdin , Syeikh H . M . Yunus Ulama Pejuang Sumatera Utara . Medan : Surat Kabar Analisa . 2002
Didorong dengan semangat belajar yang tinggi , ia malanjutkan pendidikannya di Makkah ( 1932 ) dan juga mendirikan perwakilan al – washliyah di Makkah pada bulan September 1934 . Kemudian melanjutkan pendidikannya di Mesir pada tanggal 31 Mei 1936 dan belajar di Universitas Al – Azhar Kairo , ia memperoleh gelar Lc dan MA . Dan memperdalam bahasa Inggris pada Cambridge University di Kairo .

*Aktivitas Perjuangannya
Selama di Mesir ia aktif dalam hal diplomasi dengan pejabat tinggi Mesir , juga sebagi koresponden majalah ” Pewarta Deli ” untuk rubrik luar negeri .Serta ia juga menjadi pengurus Jami’yah Al – Khairiyah Al – Jawiyah yang berubah menjadi Perpindom ( 1983 ). Kemudian pada  tahun 1945 setelah gemuruh proklamasi membahana ke seluruh dunia , ia dan kawan – kawannya membuang paspor Belanda dan mendirikan Ikatan Pembela Kemerdekaan Indonesia di Kairo , yang diketuai oleh Abdurahman Pasha  ( Sekjen Liga Arab ) 5. Di negeri seribu pyramid ini , beliau melakuakan perjuangan dengan para pejuang islam yang lainnya untuk kemerdekaan bagi bangsa terjajah .

Pada masa pemerintahan Jepang ( 1945 ) beliau menjadi salah satu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ) yang bertugas sebagai penghubung antara pemerintahan Mesir , Partai – Partai Politik , Surat Kabar dan Kedutaan Asing di Kairo .Melalui gerakan – gerakan mahasiswa di Timur – Tengah inilah terjadi protes dan menentang agresi militer Belanda di tanah air Indonesia . Demo ini berjaln dengan baik sehingga lapisan masyarakat Mesir mengenal dan membantu perjuangan rakyat Indonesia baik dalam perjuangan ataupun mempertahankan kemerdekaan sehingga terlaksana penyerahan kedaulatan dari tangan Belanda ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) pada tahun 1949 .

Beliau wafat pada tanggal 23 Desember 1951 pada pukul 19.00 dalam usia 44 tahun dalam sebuah kecelakaan pesawat menuju tempat tugasnya yang baru . Ia dimakamkan di Teheran ibu negeri kerajaan Iran ( Republik  Islam Iran ) .
____________
5 .. M . Nurdin Amin . Peran Al – Washliyah dalam Perjuangan Bangsa ( Medan : SK Harian Analisa ) tanggal 27 september 2002

3 .  Haji Aburahman Syihab
Haji Abdurahman Syihab adalah seorang pendiri dan pejuang Alwashliyah . Beliau lahir pada tahun 1910 di Kampung Galang Lubuk Pakam . Beliau adalah anak ketiga dari pasangan H . Syihabuddin seorang kadhi dari Kerajaan Serdang .

*Pendidikannya
Pada massa kecilnya belaiu sekolah di Sekolah Rakyat ( SR ) Perbaungan pada tahun 1918 – 1922 . Sorenya beliau mengaji di Maktab Sairus Sulaiman . Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Maktab Tapanuli Islam Medan yang dipimpin oleh Syeikh H . M . Yunus . Selanjutnya beliau diangkat menjadi guru disana . Pada tahun 1927 beliau mendirikan sebuah sekolah baru di dekat Pabrik Es Petijo kawasan Petisah Tengah . Kemudain belaiu belajar ke Malaysia pada tahun 1928 untuk menambah wawasan . Pada tahun 1939 belaiu melaksanakan ibadah haji ke Mekkah , sembari untuk menuntut ilmu kepada Tuan Syeikh Ali Maliki , Umar Hamdan , Hasan Masisat , Amin Alkutubi dan Muhammad Alawy .

*Aktivitas Perjuangannya
Sebagai ulama muda yang peduli terhadap nasib bangsanya , beliau ikut sebagi anggota komite ( Perkumpulan Ulama dan Intelektual Indonesia menolak gagasan pemerintahan Belanda tentang Ordinatie Nikah Berkatet ( 1937 – 1939 ) . Kemudian menjadi Pengurus Wartawan Muslim Indonesia ( PMWI ) , Pengurus Ikhwanusshofa Indonesia . Selitar tahun 1945 – 1946 beliau menjadi anggota Pengurus  Besar Majelis  Islam Tinggi Sumatera Utara , sebagi ketua pimpinan daerah .

Ketika Partai Ahmadiah Kadia tahun 1934 hendak mengembangkan sayapnya di Sumatera Timur beliaulah salah seorang ulama yang menentang gerakan agama sesat ini 6.  Pada tahun 1954 beliau menjadi anggota parlemen ( DPR ) di Jakarta .
_____________
6 . Syahrul El Hadidhy dkk . Pendidikan Ke Alwashliyahan 2 . Medan : MPK Al –Washliyah Sumatera Utara . 2006
Sebagai salah satu anggota parlemen belaiu banyak memberikan sumbangsih bagi daerah Sumatera Utara khususnya dalam bidang agama dan kantor – kantor urusan keagamaan . Beliau meninggal pada hari senin tanggal 7 Februari 1955     akibat penyakit yang tak kunjung sembuh .

4 . Haji Muhammad Arsyad Thalib Lubis
H . M . Arsyad Thalib Lubis adalah seorang ulama yang terkenal dizamannya , beliau seorang ulama pejuang yang banyak menghabisakn waktunya di dunia pendidikan , dakwah dan sosial . Beliau lahir di Stabat Kabupaten Lngkat  pada bulan Ramdhan 1326 H / 1908 M . Beliau bersal dari Mandailing Natal Kampung Tambangan Kecamatan Kota Nopan .

*Pendidikannya
Pada masa kecinya beliau belajar di Sekolah Rakyat dan Mengaji di Madrasah Islam Stabat pada tahun 1917 – 1920 . Menginjak usia 13 tahun belaiu belajar di Binjai pada Madrasah Banda Senembah pada tahun 1921 – 1922 . Kemudian melanjutkannya  di Madrash Al – Ulumil Arabiyah di Tanjung Balai dengan gurunya Hamid Mahmud pada tahun 1923 – 1924 . Dari tahun 1925 sampai 1930 beliau belajar di Madrasah Al Hasanah di Medan yang dipimpin oleh Syeikh H . Hasan Maksum . Sealin itu , beliau juga alumni MIT . Dalam aktivitas belajarnya , ia lebih sering berkunjung kepada gurunya di Medan yaitu Syeikh H . Hasan Maksum sampai tahun 1937 .

*Aktivitas Perjuangannya
Dalam periode mempertahankan kemerdekaan dan membela kemerdekaan RI  , sebagai ulama panutan umat ia diberi kepercayaan menjadi Ketua Mahkamah Syariat Sumatera Timur pada tahun 1946 . Pada tahun 1947 beliau diangkat menjadi kepala Jawatan Agama .

Dalam perjuangan untuk bnagsa beliau tidak pernah beristirahat . Ia aktif bergerilya  bersama rakyat , guru , ulama lainnya sebagai pos – pos  penting digaris depan . Dalam tulisannya yang berjudul Tuntutan Perang Sabil , ia menggelorakan semangat juang bangsa , bahwa menghadapi agresi militer Belanda ( 1947 – 1948 ) adalah jihad fisabilillah . Melihat sikap juangnya yng tinggi , tentara agresi menagkapnya dan memenjarakannya di penjara Sukamulia Medan ( 1948 ) , tetapi semangat juangnya tidak luntur .

*Karya Ilmiahnya
1.    Rahasia Bibel
2.    Pemimpin Islam dan Kristen
3.    Ruh Islam
4.    Penuntun Perang Sabil
5.    Penyelesaian Pemberontakan dan Perang Saudara
6.    Pedoman Mati
7.    Riwayat Nabi Muhammad
8.    dll

Haji Muhammad Arsyad Thalib Lubis meninggal pada tanggal 7 Juli 1972 di kota Medan .
PENUTUP
A . Kesimpulan
Aljamiatul Alwashliyah adalah salah satu organisasi islam yang turut memperjuangkan bangsa . Para pejuang Alwashliyah adalah ulama – ulama besar dan ada juga yang memiliki karya ilmiah . Diantara ulama tersebut adalah Syeikh Haji Muhammad Yunus , Haji Abdurahman Syihab , Haji Ismail Muhammad Banda , dan Haji Muahmmad Arsyad Thalib Lubis . Merekalah para ulama yang ikut mempertahan kemerdekaan bangsa hingga akhir hayat mereka .
B. Saran
Rajinlah membaca sejarah untuk mengingatkan kita atas perjuangan para pejuang untuk mendapatkan kemerdekaan , membebaskan kita dari penjajahan . Rajinlah belajar sebagai pengganti perjuangan bangsa dimas kini .

DAFTAR PUSTAKA
Amin , Muhammad Nurdin . 2010 . Aljamiatul Alwashliyah . Medan : Universitas Muslim Nusantara .
Elhadidhy , Syahrul dkk . 2006 . Pendidikan Ke Alwashliyahan 1 . Medan : MPK Alwashliyah Sumatera Utara .
Hasanuddin , Chalidjah . ______ . Aljamiatul Alwashliyah ( 1930 – 1942 ) Api dalam Sekam . Bandung : Pustaka .
_________________ . ______ . Peran Moderasi Alwashliyah . Medan : PB Alwashliyah .
http://www.Alwashliyah.com
http://www.sejarahalwashliyah.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: