ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN

BAB 1

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH

            Permasalahan hidup yang dihadapi manusia terus berkembang , seiring dengan perkembangan zaman . Untuk dapat mengatasi permasalahan hidup diperlukan pengetahuan yang memadai . Orang yang mampu mengatasi permasalahan hidup secara baik akan memperoleh kepuasan batin yang sulit untuk dinilau secara materi.

Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan sebagaimana yang dicerminkan dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.Begitu besra perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan , sehingga setiap orang Islam baik laki – laki dan perempuan diwajibkan untuk menuntut ilmu.

B.RUMUSAN MASALAH

               Berdasarkan judul makalah penulis yaitu “Islam dan Ilmu Pengetahuan “ maka penulis menarik beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu :

  1. Pengertian Islam dan Ilmu Pengetahuan.
  2. Iman , amal dan IPTEK sebagai kesatuan.
  3. Kewajiban menuntut ilmu dan mengamalkannya.

 

C.TUJUAN

               Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai syarat penilaian mata kuliah “ English For Islamic Study“ serta sebagai jawaban atas masalah yang telah kami kemukakan diatas.Serta diharapkan dapat memberi manfaat dan dapat dipahami oleh pembaca.

BAB 2
PEMBAHASAN

A.Pengertian Islam dan Ilmu Pengetahuan

Islam secara bahasa berasal dari kata  Aslama – Yuslimu – Islaman yang artinya menunduk , patuh , rendah hati .Secara syariat islam adalah agama yang diridhoi oleh Allah SWT.Islam mewajibkan umatnya baik laki – laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu.

Sebagaimana  sabda nabi “ Mencari ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang islam baik laki – laki maupun perempuan .”(HR . Ibnu Abdil Bar )

Dimana pun ilmu berada apapun medianya , Islam memmerintahkan untuk mencarinya . Sabda Nabi : “ Carilah Ilmu meskipun di negeri Cina .” ( HR . Ibnu ‘Adi dan Baihaqi ) .

Sedangkan  Ilmu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu “Pengetahuan atau kepandaian baik  yang termasuk jenis kebatinan maupun berkenaan dengan keaadaan alam dan sebagainya.Menuntut ilmu membutuhkan sebuah proses yaitu dalam pendidikan.

Pendidikan secara bahasa berasal dari kata Paedagogik yaitu Paid artinya anak   dan Gogos artinya membimbing.Jadi secara bahasa pendidikan adalah membimbing anak.Pendidikan menurut UU Republik Indonesia yang tertuang dalam UU No.20 Tahun 1989  tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu “ Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan pembimbingan,pengajaran dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang”.

Untuk memproleh Ilmu Pengetahuan dapat dilakukan dimana saja dan media apa saja.Ilmu bisa diperoleh melalui pendidikan baik dilingkungan sekolah , keluarga dan lingkungan masyarakat .Media yang digunakan banyak ragamnya mulai dari media elektronik seperti komputer melalui jaringan internet dan juga media cetak seperti surat kabar , majalah , buku pelajaran dll.

Ilmu yang dituntut tidak hanya ilmu pengetahuan umum , ilmu pasti tetapi ilmu agama juga . Ilmu agama dapat diperoleh secara warisan dari orang tua , pendidikan agama di masjid melalui Taman Pendidikan Agama Islam ( TPAI ) , dan pedoman yang ditinggalkan oleh Rasullullah yaitu Al – Qur’an dan Hadist.

Menuntut Ilmu tidak mengenal usia , jadi ilmu dituntut seumur hidup atau istilah Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH ) atau Long Life Education.Sebagaimana pepatah arab “ Tuntutlah Ilmu dari buaian hingga liang lahat .” Maksudnya ilmu pun sampai akhir hayat kita masih memerlukannya.

B.Iman , Amal dan IPTEK Sebagai kesatuan ( Sistem )

            Iman berkaitan dengan aqidah . Aqidah adalah dasar keyakinan kita,sedangkan Iman adalah suatu kepercayaan terhadap aqidah.Iman juga berkaitan dengan akhlak dan ibadah .Akhlak merupakan perwujudan dari iman seseorang ,begitu juga ibadah merupakan kegiatan atau amalan yang dilakukan seseorang yang mencerminkan Iman dan Akhlak seseorang.

Ilmu pengetahuan dapat memperluas cakrawala dan memperkaya bahan pertimbangan dalam segala sikap dan tindakan . Keluasan wawasan , pandangan serta kekayaan informasi akan membuat seseorang lebih cenderung objektifitas dan realita.

Ilmu yang benar dapat dijadikan sarana untuk mendekatkan kebenaran dalam berbagai bentuk . Tentunya bagi seorang muslim dibalik wajah – wajah kebenaran itu tersirat kebenaran yang mutlak yaitu Allah SWT sebagai zat mutlak pemilik kebenaran.Dengan kata lain , ilmu yang benar mendorong seseorang beriman kepada Allah SWT . Bahkan ilmu dapat memperkuat iman ,iman yang melahirkan kepatuhan dan tawadhu’ kepada Allah SWT.Sebagaiman firman Allah SWT :

“Dan agar orang – orang telah diberi ilmu meyakini al – qur’an itulah yang hak ( petunjuk yang benar ) dari Tuhanmu , lalu mereka dan tunduk hati mereka kepada – Nya “ . (Q.S. Al – Hajj : 54 )

Jika seseorang yang berilmu yang didasari iman yang kuat dia akan mengamalkannya untuk hal yang benar dan akan mencari ilmu pengetahuan dengan tekhnologi yang manfaatnya sungguh – sungguh untuk memperoleh informasi.Sedangkan seseorang yang menuntut ilmu yang tidak didasari dengan keimanan maka kemungkinan dia akan mengamalkannya untuk hal yang hanya akan menimbulkan mudharat baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain dan lingkungannya.

C.Kewajiban Menuntut Ilmu dan Mengamalkannya

               “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan  manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa

yang tidak diketahuinya” (Al-‘Alaq : 1-5)

Ayat tersebut  diatas mendorong Umat Islam untuk pandai membaca, berfikir dan

berkreasi. semakin banyak membaca, semakin banyak manfaat yg diperoleh. Ilmu akan bertambah, bahasa makin baik, dan wawasan makin luas. Bacalah alam ini. Bacalah AL Qur’an ini. Bacalah buku-buku ilmu pengetahuan.Jadi sudah barang pasti, membaca merupakan kunci pembuka untuk mempelajari ilmu pengetahuan.

Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan sebagaimana yg dicerminkan dalam

wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. tsb diatas. Begitu besar perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan, sehingga setiap orang Islam baik laki – lakimaupun perempuan diwajibkan untuk menuntut ilmu. Sabda Nabi : “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam laki-laki dan perempuan” (HR. Ibnu Abdil Bar).  Dimanapun ilmu berada, Islam memerintahkan untuk mencarinya. Sabda Nabi : “Carilah ilmu meskipun di negeri Cina” (HR Ibnu ‘Adi dan Baihaqi). Menuntut ilmu dalam Islam tidak berhenti pada batas usia tertentu, melainkan dilaksanakan seumur hidup tegasnya dalam hal menuntut ilmu tidak ada istilah “sudah tua”. Selama hayat masih dikandung badan, manusia wajib menuntut ilmu. Hanya caranya saja hendaklah disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan

masing-masing.Perintah menuntut ilmu sepanjang masa ini diterangkan dalam Hadits Nabi SAW. “Carilah ilmu sejak buaian sampai ke liang lahat”.

Dengan memiliki ilmu, seseorang menjadi lebih tinggi derajatnya dibanding dengan yang tidak berilmu. Atau dengan kata lain, kedudukan mulia tidak akan dicapai kecuali dengan ilmu.  Firman Allah Swt. : “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yg beriman

diantara kamu dan orang-orang yg diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Al Mujadilah : 11). Dan firman Allah Swt. : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui” (Az-Zumar : 9) . Sementara itu, penghormatan terhadap penuntut ilmu dijelaskan pula dalam beberapa Hadits Nabi Saw. diantaranya :

“Tidaklah suatu kaum berkumpul disalah satu rumah Allah, sambil membaca al Qur’an dan mempelajarinya kecuali mereka dinaungi oleh para malaikat, mereka diberikan ketenangan, disirami rahmat dan selalu diingat Allah”.”Sesungguhnya, malaikat akan meletakkan sayapnya (menaungi) pada pencari ilmu karena senang apa yg sedang dituntutnya”.

Menurut hadits tersebut diatas, tempat-tempat majelis ilmu itu dinaungi malaikat,

diberikan ketenangan (sakinah), disirami rahmat dan dikenang Allah di singgasana-Nya.

Begitulah penghormatan yang diberikan kepada orang-orang yang menuntut ilmu pengetahuan itu.

Rasullullah SAW bersabda : “ Jadilah orang yang pandai ( guru ) atau orang yang belajar ( murid) atau pendengar setia atau orang yang mencintai ( menyetujui ) dan jangan menjadi orang yang kelima , maka engkau akan rusak .”

Berdasarkan dari hadist di atas maka dalam hal ilmu dan pemanfaatannya , manusia dapat digolongkan menjadi empat golongan , yaitu :

  1. Orang yang tahu dan tahu bahwa dirinya tahu . Maksudnya , orang yang pandai dan dapat memanfaatkan kepandaiaannya untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain. Golongan inilah yang akan menjadi lampu penerang bagi sesama manusia.
  2. Orang yang tahu tetapi tidak tahu kalau dirinya tahu . Maksudnya , orang yang pandai tetapi tidak mampu memanfaatkan kepandaiannya untuk kebaikan dirinya sendiri dan orang lain. Golongan ini diibaratkan seperti pohon yang tak berbuah , bahkan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain , karena kepandaiaanya digunakan untuk memenuhi hawa nafsu sendiri , misalnya untuk menipu .
  3. Orang yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu .Maksudnya , orang yang bodoh tetapi tidak menyadari kebodohannya . Orang seperti ini biasanya mengikuti kehendak diri sendiri , sulit diajak berbicara dan berpikir , sehingga susah diajak maju.
  4. Orang yang tidak tahu , namun tahu kalau dirinya tidak tahu . Maksudnya , orang yang bodoh , namun menyadari kekurangan dirinya . Golongan ini masih baik karena mau diarahkan menuju kepada yang benar dan mau berusaha meningkatkan kemampuan dirinya .

Dalam menuntut ilmu ini , ada beberapa sabda Rasululllah yang menyatakan betapa pentingnya ilmu itu bagi setiap orang .

  1. Menyebarkan ilmu sebagai sedekah yang paling utama.

Sabda Rasulullah : “shadaqah yang paling utama ialah seorang islam yang belajar suatu ilmu pengertahuan kemudian ia mengajarkannya kepada saudaranya ( temannya ) muslim .” (HR. Ibnu Majah)

  1. Menuntut ilmu akan memudahkan jalan menuju surga.

Sabda rasulullah : “ Tiadalah suatu kebahagian bagi orang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu selain Allah SWT akan memudahkan jalan ke syurga.” (HR. Thabtani dari Aisyah )

  1. Bahayanya ilmu tidak digunakan dengan sebaik – baiknya .

Sabda Rasulullah :  “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengambil ilmu yang telah diberikan kepada hamba – hambanya , tetapi jika Allah menghendaki mengambil ilmu itu dengan cara mengambil para ulama sampai tak ada sisa seorang pun. Kemudian jadilah pemimpin yang bodoh – bodoh yang apabila dimintai fatwa , maka fatwa itu tanpa ilmu yang benar ,sehingga sesatlah pemimpin – pemimpin itu dan menyesatkan orang lain.(HR. Bukhari)

  1. Enggan menuntut ilmu akan rugi di hari kiamat.

Sabda rasulullah: “ Orang yang paling rugi / sengsara pada hari kiamat ialah orang yang punya kesempatan untuk menuntut ilmu pengetahuan , tetapi tidak mau menuntutnya . Dan orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan sedangkan sipendengarnya dapat mengambil manfaatnya tetapi sipendengarnya tidak dapat mengambil manfaat ilmunya sendiri.”(HR. Ibnu  Asakir dari Anas )

Cara menuntut ilmu yang baik menurut hadist yaitu :

“Bersemangatlah engkau dalam mencapai sesuatu yang bermanfaaat bagimu , mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau merasa tak berdaya”. (HR. Muslim)

Menurut sabda rasulullah di atas , dalam menuntu ilmu kita harus sungguh-sungguh dan tidak putus asa . Banyaknya kendala dalam menuntut ilmu , seperti sarana , biaya dan waktu janganlah membuat patah semangat belajar . Bila semua anak menyadari hal tersebut , serta memperoleh dorongan dan bantuan dari berbagai pihak , maka tentu tidak ada anak usia sekolah yang tidak belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN

 

A.KESIMPULAN

               Ilmu dibutuhkan dimanapun dan kapanpun.Islam mewajibkan setiap umatnya untuk menuntut ilmu.Ilmu yang dituntut bukan hanya ilmu pengetahuan umum , keterampilan ,tetapi juga ilmu agama.untuk memproleh ilmu dilakukan pendidikan.Pendidikan dapat dilakukan dimana saja baik lingkungan sekolah , keluarga , masyarakat . Medianya pun beragam.

Hendaknya menuntut ilmu harus disertai dengan iman yang kuat , karena ilmu jika disertai iman yang kurang kemungkinan mengamalkannya kan menimbulkan mudharat daripada manfaatnya.

B.SARAN

Tuntutlah ilmu selama hidup janganlah menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak berguna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

%d bloggers like this: